![]() |
MEJA13 - Faktor hormonal dan usia bukanlah satu-satunya penyebab rambut rontok. Makanan yang masuk ke dalam tubuh pun turut ambil andil.
Menurut dr. Yessy Herawati, M. Biomed, masalah kerontokan rambut juga bisa dipengaruhi oleh makanan. Dalam pemaparannya di acara peluncuran Triphasic VHT ATP Intensif di Pondok Indah Mall II, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016), ia menjelaskan, ada beberapa jenis makanan yang berpotensi menyebabkan kerontokan rambut.
"Salah satunya, makanan pedas. Rasa pedas memicu sirkulasi darah secara ekstrem sehingga menimbulkan keringat yang berlebih. Keringat itu lalu membentuk sebum, semacam zat berminyak yang terdiri dari lemak dan keratin, dan menutupi kulit kepala," terang dia.
Alhasil, lanjut Yessy, kulit kepala kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen. Asupan oksigen yang minim akan menyebabkan kulit kepala rusak dan menutup folikel rambut atau kantung kecil tempat akar satu helai rambut berada.
"Salah satunya, makanan pedas. Rasa pedas memicu sirkulasi darah secara ekstrem sehingga menimbulkan keringat yang berlebih. Keringat itu lalu membentuk sebum, semacam zat berminyak yang terdiri dari lemak dan keratin, dan menutupi kulit kepala," terang dia.
Alhasil, lanjut Yessy, kulit kepala kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen. Asupan oksigen yang minim akan menyebabkan kulit kepala rusak dan menutup folikel rambut atau kantung kecil tempat akar satu helai rambut berada.
Gorengan juga masuk dalam daftar makanan yang menurut Yessy dapat memicu kerontokan rambut. Kolesterol tinggi yang terkandung dalam gorengan dapat mengganggu metabolisme tubuh yang berujung pada masalah kerontokan.
"Saat metabolisme kacau, lemak dalam darah sulit dipecah sehingga menimbulkan kekakuan pembuluh darah. Kulit kepala dan rambut pun kekurangan darah sehingga mengganggu pertumbuhan rambut," jelas dokter lulusan Universitas Udayana itu.
Maka itu, saran Yessy, kurangi dan batasi konsumsi makanan tersebut. Sebaliknya, perbanyak makanan bergizi.
Saat sarapan misalnya, pilih menu yang mengandung protein seperti daging merah, ikan, putih telur, ayam. Protein sangat dibutuhkan untuk membentuk keratin yang berfungsi melindungi rambut.
Tidak ketinggalan asupan zat besi yang dapat diperoleh dari kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau tua dan buah-buahan. "Jika sedang diet, pastikan diet itu tidak mengurangi tubuh dari asupan zat-zat tersebut," tambahnya.
"Saat metabolisme kacau, lemak dalam darah sulit dipecah sehingga menimbulkan kekakuan pembuluh darah. Kulit kepala dan rambut pun kekurangan darah sehingga mengganggu pertumbuhan rambut," jelas dokter lulusan Universitas Udayana itu.
Maka itu, saran Yessy, kurangi dan batasi konsumsi makanan tersebut. Sebaliknya, perbanyak makanan bergizi.
Saat sarapan misalnya, pilih menu yang mengandung protein seperti daging merah, ikan, putih telur, ayam. Protein sangat dibutuhkan untuk membentuk keratin yang berfungsi melindungi rambut.
Tidak ketinggalan asupan zat besi yang dapat diperoleh dari kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau tua dan buah-buahan. "Jika sedang diet, pastikan diet itu tidak mengurangi tubuh dari asupan zat-zat tersebut," tambahnya.

No comments:
Post a Comment