Sunday, June 19, 2016

Alasan kenapa berbuka puasa tidak diperbolehkan sampai kekenyangan

Berbuka puasa adalah sebuah moment yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Setelah menahan haus dan lapar seharian, biasanya kita jadi nggak bisa kontrol diri untuk makan saat buka puasa. Berbagai macam makanan yang tersaji rasanya seakan memanggil-manggil kita untuk segera melahapnya. Makanya, nggak jarang kamu ‘Kalap’ saat berbuka dan berakhir dengan kekenyangan. Nah ini dia alasan kenapa berbuka puasa tidak diperbolehkan sampai kekenyangan.
www.meja13.com

“Puasa itu bikin berat badan menurun, diet sambil beribadah, sambil menyelam minum air”
Teori di atas nggak berlaku buat kamu yang nggak bisa mengontrol nafsu makan ketika berbuka puasa, yang ada, berat badanmu malah semakin bertambah. Hal ini terjadi karena kamu makan sampai sekenyang-kenyangnya, tumpukan lemak dan kalori yang terdapat pada makanan-makanan berat yang kamu makan tentunya akan membuat tubuhmu semakin melebar.
Percaya atau nggak, kekenyangan saat berbuka bikin kamu malas beribadah. Bulan puasa bukan berarti hanya menahan rasa lapar dan haus saja, ada banyak ibadah wajib dan sunnah lain yang bisa kamu kerjakan untuk menambah amal ibadah. Diantaranya ada shalat sunnah tarawih. Biasanya kalau kondisi perut kamu kekenyangan, kamu jadi malas untuk melakukan shalat tarawih. Seriously, kekenyangan itu bikin mager!
Ingat ya, Bulan Ramadan adalah moment yang tepat untuk kita berlatih mengontrol diri dengan lebih baik. Saat waktu berbuka puasa tiba, jangan makan segalanya seolah-olah nggak ada lagi hari esok. Ladies, cobalah untuk lebih mengontrol diri, makanlah secukupnya hingga perutmu terasa cukup terisi.
Terlalu banyak makan dapat membuat perutmu kepenuhan sehingga kamu akan mudah muntah. Jika sudah terlanjur kekenyangan dan memuntahkan kembali isi perut, berarti kamu juga sudah membuang-buang makanan. Oleh karena itu, sebaiknya kamu jangan sampai kekenyangan ketika berbuka puasa, ya.
Nah itu dia alasan kenapa berbuka puasa nggak boleh sampai kekenyangan. Oh, iya. Saat berbuka, jangan lupa baca doa yah! Supaya ibadah puasa kamu semakin afdol dan berbuka puasa pun menjadi lebih menyenangkan



LINK ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
  

Friday, June 10, 2016

Bisakah Orang dengan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Disembuhkan?



Jakarta - Ketika seseorang didiagnosis dengan gangguan pendengaran dan ketulian, apakah kondisi ini bisa disembuhkan dan pasien dapat mendengar kembali?

Menurut dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan dari RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik, dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS, hal ini bergantung pada jenis gangguan dan derajat gangguan yang dideritanya.

"Pasien dengan serumen yang membuntu di liang telinga, dengan dibersihkan serumennya maka pendengarannya bisa pulih," tutur dr Artono

Namun bagi pasien dengan infeksi telinga kronis yang mengalami telinga berair, dengan jenis gangguan pendengaran konduktif ringan sampai sedang, maka terapinya tak sekadar membersihkan serumen. Pilihan terapinya adalah operasi tympanoplasty.

Tujuan utama operasinya adalah eradikasi jaringan patologi di dalam telinga tengah, sehingga dicapai telinga yang kering, kemudian akan dilakukan rekonstruksi untuk mencapai peningkatan pendengarannya," terang dr Artono.

Untuk bayi yang mengalami tuli sejak lahir atau orang dewasa yang mengalami tuli saraf derajat sedang sampai berat, pilihannya adalah penggunaan alat bantu dengar. Apabila dengan alat bantu dengar tidak terbantu, maka disarankan melakukan implan koklea.

"Yang pasti, tindakan, operasi dan derajat kesembuhan pasien bergantung dari jenis penyakit, jenis dan derajat ketuliannya. Hasil tidak bisa disamaratakan tiap orang," tegas dr Artono.